Membentengi Generasi Muda, MTsN 4 Bulukumba Berkolaborasi denganPolisi dan Tenaga Kesehatan Untuk Edukasi Remaja
- Minggu, 21 Juni 2026
- userberita
- 0 komentar
Bontotangnga (Humas MTsN 4 Bulukumba) – Dalam upaya membangun generasi yang berkarakter serta menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan ramah anak, MTsN 4 Bulukumba menggelar kegiatan Sosialisasi Stop Bullying dan Pendidikan Seksualitas Remaja yang diikuti oleh seluruh peserta didik kelas VII dan VIII, Minggu, (21/6/2026).
Kepala MTsN 4 Bulukumba, H. Samsu Alam, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Polsek Bontotiro dan Puskesmas Batang atas kesediaannya menjadi mitra madrasah dalam memberikan edukasi kepada peserta didik. Menurutnya, kolaborasi antara madrasah, kepolisian, dan tenaga kesehatan merupakan langkah strategis dalam membekali remaja dengan pengetahuan dan karakter yang kuat untuk menghadapi berbagai tantangan pergaulan saat ini.

“Kegiatan ini sangat penting sebagai upaya preventif dalam membentuk karakter peserta didik yang berakhlak, bertanggung jawab, dan mampu menjaga diri dari berbagai pengaruh negatif. Kami berharap sinergi antara madrasah, keluarga, masyarakat, kepolisian, dan tenaga kesehatan dapat terus terjalin demi mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman bagi seluruh peserta didik,” ujarnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap program tersebut, H. Samsu Alam secara resmi membuka kegiatan sosialisasi dan mengajak seluruh peserta didik untuk mengikuti setiap materi dengan sungguh-sungguh agar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Polsek Bontotiro dan Puskesmas Batang sebagai bentuk sinergi lintas sektor dalam memberikan edukasi kepada peserta didik terkait pencegahan perundungan dan pentingnya menjaga pergaulan yang sehat di kalangan remaja.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolsek Bontotiro Kamaruddin, Wakapolsek Bontotiro, perwakilan Kepala Puskesmas Batang Kiki Wirdayanti, Ketua Komite MTsN 4 Bulukumba Ardiyani Yusuf, tokoh masyarakat, serta seluruh tenaga pendidik dan tenaga kependidikan MTsN 4 Bulukumba.
Materi tentang pencegahan perundungan disampaikan oleh bapak Kamaruddin. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan berbagai bentuk bullying yang kerap terjadi, dampak yang ditimbulkan bagi korban maupun pelaku, serta konsekuensi hukum yang dapat dikenakan terhadap tindakan perundungan.
“Bullying bukan sekadar candaan atau ejekan biasa. Tindakan tersebut dapat berdampak serius terhadap kondisi psikologis korban dan dapat berujung pada persoalan hukum. Oleh karena itu, kita semua harus menjadi bagian dari solusi dengan saling menghormati dan menghargai sesama,” tegasnya.
Selanjutnya, Bidan Kiki Wirdayanti selaku tenaga kesehatan dari Puskesmas Batang menyampaikan materi Pendidikan Seksualitas Remaja. Dalam sesi tersebut, peserta didik diberikan pemahaman mengenai perubahan fisik dan psikologis pada masa pubertas, pentingnya menjaga diri, serta membangun pergaulan yang sehat, aman, dan bertanggung jawab.
Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias. Melalui sesi tanya jawab yang interaktif, peserta didik aktif menyampaikan berbagai pertanyaan dan tanggapan yang menunjukkan kepedulian serta keinginan mereka untuk memahami isu-isu yang dekat dengan kehidupan remaja.

Salah seorang peserta, Andi Gina Aulya Dalisa, mengaku sangat senang dan mendapatkan banyak pengetahuan baru dari kegiatan tersebut.
“Materi yang disampaikan sangat bermanfaat. Saya jadi lebih memahami apa itu bullying, dampaknya bagi korban maupun pelaku, serta langkah yang harus dilakukan ketika mengalami atau menyaksikan perundungan. Kegiatan ini menambah wawasan kami sebagai remaja untuk lebih bijak dalam bergaul dan saling menghargai,” ungkapnya.
Sebagai bentuk komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan bebas dari perundungan, kegiatan ini ditutup dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Polsek Bontotiro dan MTsN 4 Bulukumba.

Melalui kegiatan ini, MTsN 4 Bulukumba menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program-program edukatif yang mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal. Sebab, setiap anak berhak tumbuh dalam lingkungan yang saling menghargai, saling menjaga, dan saling menguatkan demi meraih masa depan yang lebih baik.
Artikel Terkait
Membanggakan, Andi Ghina Ulyah Dalisha Raih Runner Up 1 Duta Pendidikan Bulukumba 2026
Jum'at, 03 Juli 2026
Asesmen Sumatif Akhir Semester Dimulai, Siswa MTsN 4 Bulukumba Ikuti Ujian Berbasis Digital
Rabu, 03 Juni 2026